Tugas dan Prinsip Lembaga Pengelola Wakaf di Indonesia

Lembaga pengelola wakaf merupakan lembaga yang mengurusi mengenai wakaf yang ada di Indonesia. Wakaf tersebut adalah proses dimana seseorang yang memberikan harta dan benda berharganya untuk diberikan kepada orang lain untuk tujuan digunakan umum yang berguna bagi umat. Wakaf tersebut dikerjakan dengan cara menahan pelaksanaan dari benda yang akan diwakafkan sehingga tidak akan diwariskan kepada keluarga tetapi untuk kepentingan orang banyak.

Untuk tugas dari lembaga wakaf yang ada di Indonesia sendiri telah diatur dalam undang-undang dengan tiga tugas yang berbeda baik untuk nazhir, untuk objek wakaf, dan juga untuk tugas yang berkaitan dengan pemerintahan. Untuk tiga tugas utama tersebut adalah sebagai berikut ini:

  • Tugas lembaga wakaf untuk nazhir adalah dapat untuk memilih orang yang akan menerima wakaf yang diberikan oleh pihak lain. Baik itu untuk pengangkatan kerja tetapi juga bisa untuk menghentikan tugas dari nazhir tersebut.
  • Tugas mengenai objek yang akan diterima baik dari nasional maupun dari internasional.
  • Tugas mengenai badan wakaf dengan pemerintah dimana ia juga bertugas untuk penyusunan dan memberikan pertimbangan kebijakan.

Tiga tugas tersebut merupakan tugas yang diemban oleh lembaga wakaf. Sehingga apabila ingin memberikan harta seperti tanah atau bangunan untuk diwakafkan Anda bisa untuk mempercayai kepada lembaga yang mengurusi hal tersebut. Dimana Anda bisa untuk memilih lembaga wakaf yang dapat dipercaya untuk mengelola wakaf sehingga harga yang Anda titipkan akan berguna untuk umum sesuai dengan harapan dari pemberi wakaf tersebut.

Selain mempunyai tugas masing-masing, lembaga yang mengelola wakaf tersebut juga mempunyai prinsip-prinsip dalam pengelolaan wakaf yang didapatkan. Beberapa prinsip untuk mengelola wakaf tersebut misalnya sebagai berikut ini:

  • Mempunyai prinsip keabadian dan juga prinsip kemanfaatan.
  • Benda yang menjadi benda wakaf tersebut nantinya akan menerima status sebagai benda wakaf sesuai dengan syariah Islam.
  • Orang yang mengelola wakaf tersebut disebut dengan nazir yang telah menerima pelatihan secara khusus.
  • Pengelolaan untuk benda wakaf harus produktif dan berkembang.

Untuk jumlah harga yang diwakafkan akan diputar untuk memberikan keuntungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *